Gagasan Awal ENJ

Ekspedisi Nusantara Jaya (ENJ) merupakan kegiatan besar yang menjadi salah satu awalan bagi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman untuk melakukan aksi nyata menuju Poros Maritim Dunia.

Gagasan ENJ pertama kali berawal dari pertemuan Deputi IV Bidang Koordinasi SDM, Iptek, dan Budaya Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Dr. Ir. Safri Burhanuddin, DEA dan Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil) tahun 2014, Laksamana Muda TNI Darwanto, S.H., M.A.P. yang saat ini menjabat sebagai Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) pada kegiatan Deklarasi Sekretariat Bersama Bangsa Maritim Nusantara (Sekber BMN) di atas KRI Banda Aceh pada tanggal 12 Desember 2014. Kegiatan deklarasi ini dimotori oleh beberapa lembaga dan organisasi maritim, seperti Yayasan Pendidikan Maritim Indonesia (YPMI), Asosiasi Pemuda Maritim Indonesia (APMI), Jurnal Maritim, dan tokoh-tokoh nasional maritim, antara lain Roch Basuki (alm), Soleh Suryanatamiharja (alm), Nada Soraya, dan Rodhial Huda.

Laksda TNI Darwanto mengemukakan perlunya menggerakkan semua elemen bangsa khususnya para pemuda untuk melakukan kegiatan pelayaran sebagai upaya mendukung pembangunan Poros Maritim Dunia. Ide ini sejalan dengan program Deputi IV Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman yang ingin membangun kembali budaya maritim khususnya bagi generasi muda Indonesia menuju Poros Maritim Dunia.

Sebagai tindak lanjut untuk mewujudkan gagasan ini, Laksda TNI Darwanto melakukan kunjungan kerja ke Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Dr. Ir. Dwisuryo Indroyono Soesilo, MSc di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jakarta pada 31 Desember 2014. Menko Indroyono pada kesempatan itu sangat mendukung gagasan adanya sebuah pelayaran tersebut dan disepakati namanya Ekspedisi Nusantara Jaya yang disingkat ENJ.

Bapak Indroyono Soesilo mengemukakan bahwa ENJ perlu diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian dan perhatian utama kepada daerah-daerah terpencil, terluar, perbatasan, dan wilayah timur Indonesia, serta salah satu alternatif peningkatan sumber daya manusia yang andal dalam bidang pelayaran dan cikal bakal tol laut menuju Poros Maritim Dunia. Akhirnya, ENJ diselenggarakan secara perdana pada tahun 2015 dan secara rutin diselenggarakan setiap tahun sampai sekarang. 

Laksda TNI Darwanto melakukan Kunjungan Kerja ke Menko Kemaritiman 2014-2015, Bapak Indroyono Soesilo (31/12/2014)
Menko Kemaritiman 2014-2015, Bapak Indroyono Soesilo mengemukakan gagasan ENJ 2015 TNI Darwanto melakukan Kunjungan Kerja ke Menko Kemaritiman 2014-2015, Bapak Indroyono Soesilo (31/12/2014)

Melalui ENJ, diharapkan terbentuknya konektivitas antarmasyarakat Indonesia sebangsa dan setanah air yang selama ini masih kurang dijangkau karena kondisi geografisnya. ENJ menjadi sebuah langkah implementasi untuk mendekatkan saudara-saudara kita bahwa NKRI itu satu dan laut yang menjadi pemersatu kita sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. ENJ juga menjadi upaya untuk menghadirkan Negara di pulau-pulau kecil dan terluar dengan mengirimkan pemuda-pemudi terbaik nusantara agar terjun langsung di masyarakat yang membutuhkan. Bersama dengan Kementerian/Lembaga dan institusi lain yang didukung oleh pihak swasta maka pemuda-pemudi tersebut dihadirkan di seluruh nusantara dengan menggunakan kapal untuk membantu mempercepat pembangunan kemaritiman Indonesia.

Tim ENJ 2016 Papua di atas perahu motor bersama warga menuju lokasi pengabdian di Pulau Nau, Kabupaten Waropen, Provinsi Papua
Tim ENJ 2016 Jawa Timur menggunakan kapal perintis tiba di Pulau Masalembu, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur